Kurang Mindfull

Tak terasa kini saya sudah menginjak semester 8 Fisika. Wow. Jadi ingat dulu ketika awal-awal kuliah saya pernah berujar.

“kenapa gua kuliah fisika ya?”

“ah, gua hanya perlu nilai C untuk bisa lulus.”

In reality, ada saja yang D. Sempat ingin pindah jurusan juga tapi karena satu dan lain hal akhirnya tidak jadi.

Sebetulnya, saya hanya kurang mindfull selama ini. Saya tidak sadar kalau saya adalah mahasiswa yang tugasnya belajar. Dalam pikiran saya, saya adalah seorang aktivis, penulis, atlet, musisi, dan lain-lain. Begitulah ketidaksadaran. Namun, ada bagusnya juga kurang mindfull. Saya jadi belajar banyak hal.

Setiap kesalahan adalah pendapatan yang terbaik. Begitulah kira-kira kata Jack Ma. Dan betul. Dengan melakukan kesalahan kita jadi tahu sesuatu yang doesn’t work.

Saya suka fisika. Sejak SMA, meskipun tidak rajin belajar, tapi saya suka fisika. Bohong kalau saya tidak suka fisika. Kalau saya bilang saya tidak suka fisika itu karena saya merasa hina di fisika. Saya tidak mampu menjawab soal-soal sehingga dalam beberapa mata kuliah saya harus bergantung pada orang lain. Sejujurnya, saya tertarik dengan bagaimana alam semesta ini bekerja tapi saya kurang mampu mengikutinya secara matematis.

Kini, setelah sadar dengan apa yang terjadi, dan jujur pada diri sendiri, saya mulai merangkak naik. Ternyata tidak sesulit bayangan saya. Saya jadi kagum juga, kurang mindfull saja bisa bertahan sejauh ini, apalagi dengan penuh kesadaran?

Ditambah lagi ketika saya melihat beberapa teman yang lain juga tidak terlalu paham dengan apa yang dipelajari. Saya jadi menyesal sudah merasa rendah diri.

Benarlah apa yang dikatakan Gus Mus, Orang akan tetap pandai selama ia mau belajar. Kalau ia berhenti belajar karena merasa sudah pandai, mulailah dia bodoh. Dalam versi saya barangkali bunyinya begini, orang akan tetap pandai selama ia sadar. Kalau ia berhenti belajar karena kurang sadar, mulailah ia bodoh.

Kesadaran itu penting. Kalau kurang sadar kita akan berlaku seperti orang yang tidak tahu prioritas. Dan orang lain akan memperlakukan kita layaknya orang bodoh yang cacat mental.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *